Rakyat45.com, Jakarta – Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) resmi menetapkan tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 yang sarat pesan strategis bagi masa depan pers digital. Mengusung tema “Mengukuhkan Pers Online Berintegritas, Membangun Ekonomi Kuat, Menjaga Kedaulatan Bangsa”, IWOI menegaskan komitmennya menghadapi tantangan serius di era banjir informasi, Sabtu (28/1/2026).
Tema tersebut selaras dengan semangat Hari Pers Nasional (HPN) dan dinilai relevan dengan kondisi pers online saat ini, di mana arus disrupsi digital, hoaks, dan manipulasi informasi semakin masif. IWOI menilai, pers online harus kembali memperkuat perannya sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik.
Ketua Umum IWOI, Dr. NR. Icang Rahardian, SH., S.Ak., MH., M.Pd, menyampaikan bahwa usia sewindu menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi nilai dan transformasi organisasi.
“Di tengah derasnya informasi yang tidak terverifikasi, integritas wartawan online adalah benteng utama. Pers tidak boleh kehilangan arah dan nilai etik,” tegasnya.
IWOI menempatkan integritas wartawan online sebagai isu sentral dalam perayaan HUT ke-8. Di era post-truth, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Wartawan dituntut tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat secara moral dalam menyajikan fakta yang berimbang dan dapat dipercaya.
Selain itu, IWOI juga menyoroti peran strategis pers dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif, pers online dinilai mampu menciptakan iklim usaha yang sehat serta memberi ruang promosi dan literasi bagi pelaku UMKM di daerah.
“Pers yang profesional akan berdampak langsung pada kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi,” kata Icang.
Isu ketiga yang ditekankan adalah peran pers sebagai penjaga kedaulatan bangsa. IWOI memandang pers online sebagai pilar penting dalam menangkal narasi provokatif, adu domba, dan konten yang berpotensi memecah persatuan nasional.
HUT ke-8 IWO Indonesia yang jatuh pada 9 Februari 2026, bertepatan dengan HPN, tidak dipusatkan dalam satu agenda nasional. IWOI mendorong pengurus wilayah dan daerah untuk menggelar kegiatan positif dan bermanfaat sesuai kearifan lokal masing-masing.
“Kami ingin semangat HUT tetap hidup di daerah. Tidak harus seremoni besar, yang penting substansinya dirasakan masyarakat,” ujar Icang.
Ia menegaskan, IWOI akan terus hadir sebagai organisasi pers yang berpihak pada kepentingan rakyat dan menjaga kualitas informasi di ruang digital.
“Informasi harus menjadi alat membangun bangsa, bukan merusaknya,” pungkasnya.***

