Jelang Iduladha, Hewan Kurban Sleman Aman dan Stok Terpantau

News48 Dilihat

Rakyat45.com, Sleman  – Hewan kurban Sleman aman menjadi perhatian utama menjelang Iduladha 2026. Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa memastikan ketersediaan dan kesehatan ternak dalam kondisi terjaga usai melakukan peninjauan langsung, Selasa (5/5).

Peninjauan dilakukan di Kelompok Ternak Karya Tunggak Nyamplung dan Pasar Hewan Ambarketawang bersama jajaran Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman serta perwakilan Bank Indonesia.

Dari hasil pemantauan, harga hewan kurban mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor. Meski demikian, jumlah ternak justru meningkat sekitar 10 persen dibanding sebelumnya.

Data sementara mencatat ketersediaan sapi sebanyak 3.854 ekor, kambing 4.002 ekor, dan domba 7.811 ekor. Sementara kebutuhan diperkirakan mencapai 9.235 ekor sapi, 3.050 kambing, dan 15.750 domba.

“Untuk mencukupi kekurangan stok bisa dari kelompok ternak di kampung, pasar tiban, dan pembelian langsung dari luar daerah,” jelas Danang.

Dari sisi kesehatan, Pemkab Sleman memastikan pengawasan ketat terus dilakukan. Pemeriksaan melibatkan petugas Puskeswan dengan langkah vaksinasi dan pengecekan fisik hewan guna mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks.

“Insya Allah untuk sapi aman. Tapi karena hewan kurban ini juga ada pendatangan sapi dari luar daerah, ini yang harus kita pantau terus,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andriyanto, menyebut vaksinasi rutin terus dilakukan, termasuk di wilayah perbatasan seperti Gayamharjo dan Sambirejo, Kapanewon Prambanan.

“Kalau untuk vaksinasi PMK kita ulang 6 bulan sekali. Secara umum pencegahan kita juga dengan menyemprot truk dan sapi ketika masuk ke pasar hewan, kemudian pemeriksaan hewan ketika masuk juga wajib dilakukan,” papar Rofiq.

Selain memastikan ketersediaan dan kesehatan ternak, Pemkab Sleman juga mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan saat pembagian daging kurban. Danang mengajak masyarakat beralih dari plastik ke besek atau anyaman bambu.

“Monggo kita gunakan besek sebagai bentuk kepedulian kita menjaga lingkungan Kabupaten Sleman agar semakin nyaman,” pungkas Danang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed